What is Urban Catalyst ?

Tema studio perancangan dan manajemen pembangunan kota kami adalah Urban Catalyst. Pada intinya urban catalyst sebagai pemercepat pinggiran kota. Konsep urban catalyst merupakan respon dari permasalahan pertumbuhan kota. Suatu katalisator itu harus dapat dibentuk dan menyebabkan terjadinya perubahan dan menimbulkan dampak baru atau dapat mempercepat suatu peristiwa, khususnya dalam konteks kota. Konsep urban catalyst ini menjadi respon dari permasalahan pertumbuhan kota seperti, tingginya jumlah penduduk, keterbatasan lahan, kepadatan bangunan tinggi, perubahan struktur kota, dan pertumbuhan kota yang tidak merata. Maka diperlukan suatu konsep urban catalyst yang menyuntikkan strategi-strategi tertentu di sebuah kawasan agar kawasan tersebut dapat berkembang dan mempengaruhi daerah sekitarnya.Urban catalyst dapat diterapkan pada sebuah kawasan yang memiliki permasalahan Urban sprawl dan residual area (pusat kota yang terdegradasi dan spesifik area). 

Image

Bryant Park, Newyork yang sukses dengan urban catalyst

Salah satu contoh konsep urban catalyst yang sukses adalah yang diterapkan pada Bryant park, New York. Sebelumnya kawasan tersebut adalah pusat perdagangan informal dan kriminalitas tinggi, sehingga termasuk kawasan pusat kota yang mengalami degradasi. Namun setelah diterapkan konsep urban catalyst, kawasan ini dirubah menjadi Bryant park yang menjadi pusat aktivitas baru dan menjadi ruang terbuka hijau yang bermanfaat bagi seluruh penduduk kota.

Jadi konsep katalisator perkotaan harus memperhatikan :

  1. Desain Fungsional :semua unsur saling berkaitan dan membentuk suatu fungsi yang berkembang secara teratur sesuai struktur kota
  2. Desain Humanis : perancangan kota yang sesuai dengan kebutuhan aktivitas manusia
  3. Desain Sistemik : Jaringan sarana dan prasarana yang baik
  4. Desain Formalitas : mewujudkan wajah kota yang sempurna

Jadi katalisator perkotaan bukan merupakan tujuan akhir tetapi lebih bersifat mendorong pertumbuhan. Dan city as laboratory dimana kota menjadi tempat berlangsungnya seluruh kegiatan fungsional, dan bagaimana membuat catalyst yang sesuai dengan konteks kawasan.

Posted on June 11, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: